Puasa menurut penelitian di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang positif. Beberapa peneliti mengkaji aspek puasa terhadap kesehatan jasmani. Banyak manfaat puasa terhadap pencegahan penyakit, terapi pendamping penyakit hingga terkait usaha manusia perpanjang umur (longevity).
Ada bermacam teknik puasa yang dilakukan manusia, seperti teknik intermitten fasting, periodic fasting dengan puasa dua hari dalam seminggu. Mirip dengan puasa senin-kamis. Sehari puasa, sehari tidak, lanjut sehari puasa seperti puasa Daud Alaihis salam. Ada yang berpuasa hanya membatasi kandungan zat gizi tertentu atau membatasi makanan mengandung kalori. Teknik yang dikenal dengan puasa caloric restricition.
Kemudian timbul pertanyaan,
Apakah perbedaan dengan puasa yang dilakukan umat islam?
Puasa yang dilakukan umat Islam adalah sesuai tuntuan agama Islam. Seperti pentingnya niat puasa pada umat Islam. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam, man shoma romadhona iimanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzambihi. Barangsiapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridho Allah (ikhlash), Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu.
Pada niat semata-mata karena Allah-lah diantaranya pembeda puasa Ramadhan dengan puasa-puasa lainnya..
Apakah keutamaan orang yang bertaqwa?
Orang yang beriman diperintahkan berpuasa juga untuk mencapai derajat manusia mulia, yakni manusia yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa Allah akan memberi kemudahan dalam jalan keluar dari segala permasalahan, Orang yang bertaqwa, Allah akan memberikan rizqi dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan banyak lagi keutamaan orang yang bertaqwa, termasuk diampuni dosa dan diberikan jannah...
Bagaimana ciri orang yang bertaqwa?
Kita simak dalam Ali-Imron mulai ayat 133-135. Orang yang taqwa akan diberi Allah ampunan dan surga-Nya. Diantara ciri orang yang bertaqwa :
Pertama: menginfakkan sebagian rizqinya dalam kondisi lapang maupun sempit. Saat senang maupun susah dia menyisihkan hartanya untuk orang lain yang membutuhkan....
Yang kedua: menahan amarah.
Yang ketiga: memaafkan orang lain. Hal ini perlu menjadi perhatian semua. Bahwa memaafkan tidak perlu menunggu lebaran. Namun orang yang bertaqwa senantiasa memaafkan orang lain walau tidak diminta maaf.
Yang keempat: diujung ayat 134 ada kata Muhsinin. orang yang ihsan.
Bukan hanya berarti baik, namun ihsan bisa berarti beribadah selalu merasa dalam pengawasan Allah ta'ala. Engkau beribadah kepada Allah seperti melihat Allah, namun karena engkau tidak mampu melihat-Nya maka yakinlah selalu dalam pengawasan Allah ta'ala.
Yang berikutnya, seorang taqwa jika melakukan kesalahan akan berhenti berlarut dalam dosanya. Kemudian memohon ampun kepada Allah dan tidak melanjutkan melakukan perbuatan dosanya tersebut.
Semoga kita berhasil dalam puasa Ramadhan ini. Berhasil menjadi hamba yang bertaqwa. Semoga kita bisa bertemu Ramadhan berikutnya....Aamiiin.
(MSA2021@AnNUURzoom)

Comments
Post a Comment